Status Hukum Perkawinan yang diselanggarakan di luar negeri oleh WNI.

prosedur pelaksanaan pernikahan di luar negeri sama saja dengan prosedur pelaksanaan pernikahan di dalam negeri. Bagi warga Negara Indonesia yang akan melangsungkan pernikahan di luar negeri, diawasi dan dilakukan pencatatan pada bagian konsuler Perwakilan RI di Negara tempat pernikahan dilangsungkan.

Sedangkan, dalam Undang-undang No.1 tahun 1974 pasal 57 telah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan perkawinan campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berwarganegaraan Indonesia.

Bagi mereka yang tinggal di Jakarta, ketentuan kian jelas, pasal 23 SK Gubernur DKI Jakarta No.15 Tahun 1999 menyebutkan: (i) Setiap perkawinan yang dilangsungkan di luar Indonesia antar WNI atau antara WNI dan WNA adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku di negara tempat perkawinan itu dilangsungkan dan bagi WNI tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-undang Perkawinan, (ii) Setelah kembali ke Indonesia, setiap perkawinan itu dilaporkan pada Kantor Catatan Sipil , sedangkan menurut Prof. Zulfa (Guru Besar Hukum Perdata Internasioanal Universitas Indonesia) bahwa: “Perkawinan yang dilangsungkan di Luar negeri adalah Perkawina sipil yang tidak dikenal dalam UU No.1 Tahun 1974”.

A. Prosedur Pernikahan di Luar Negeri

1. Pemberitahuan Kehendak Nikah di Luar Negeri

Bagi WNI yang akan melangsungkan pernikahannya di Luar Negeriharus menyampaikan kehendak nikahnya ke bagian konsuler Perwakilan RI di Luar Negeri, Penghulu di Luar Negeri harus memastikan bahwa berkas pemberitahuan kehendak nikah telah dipenuhi dengan melampirkan syarat-syarat sebagai berikut:

* Surat keterangan untuk nikah
* Fotokopi Akte Kelahiran
* Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau
* Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
* Akte Kematian istri bila istri meninggal
* Surat persetujuan mempelai
* Surat keterangan dari kedutaan
* Pas foto terbaru terbaru berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar. Apabila calon pengantin WNI nya adalah seorang wanita hendaknya memastikan kehadiran wali atau surat wakalah wali yang diketahai oleh kepala KUA/Penghulu setempat di Indonesia dan dilegalisasi oleh pejabat yang membidangi kepenghuluan di Departemen Agama Pusat. Dan bila calon mempelai pria yang belum mencapai umur 19 tahun dan bagi calon mempelai wanita yang belum mencapai 16 tahun hendaknya mengurus surat dispensasi dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat.Surat keterangan telah diimunisasi Tetanus Toxoid dari puskesmas/rumah sakit setempat.

2. Pengumuman Nikah di Luar Negeri

Apabila pengumuman nikah telah dipampang selama sepuluh hari kerja maka akad nikah sudah boleh dilaksanakan. Pelaksanaan akad nikah kurang dari sepuluh hari kerja hanya dapat dilangsungkan oleh penghulu jika terdapat keadaan-keadaan mendesak, dan itupun harus memperoleh dispensasi dari Knator Perwakilan RI di Negara setempat terlebih dahulu.

3. Prosesi akad nikah dan Pendaftaran Surat Bukti di Indonesia

Prosesi akad nikah yang terlaksana di Luar Negeri sama saja dengan prosesi akad nikah yang ada di dalam Negeri, begitu juga prosedur pencatatannya sampai masing-masing suami istri memperoleh kutipan akta nikah.

Jika suami istri tersebut kembali ke Indonesia, surat bukti pernikahannya harus didaftarkan di Knator Urusan Agama Kecamatan tempat tinggal mereka, dalam waktu satu tahun setelah berada di Indonesia ( UU No.1/1974 pasal 56 ayat (2) ).

B. Prosedur Perkawinan Campuran

1. Sesuai dengan UU Yang Berlaku

Perkawinan Campuran yang dilangsungkan di Indonesia dilakukan menurut Undang-Undang Perkawinan dan harus memenuhi syarat-syarat perkawinan. Syarat Perkawinan diantaranya: ada persetujuan kedua calon mempelai, izin dari kedua orangtua/wali bagi yang belum berumur 21 tahun, dan sebagaimua (lihat pasal 6 UU Perkawinan).

2. Surat Keterangan dari Pegawai Pencatat Perkawinan

Bila semua syarat telah terpenuhi, maka dapat meminta pegawai pencatat perkawinan untuk memberikan Surat Keterangan dari pegawai pencatat perkawinan masing-masing pihak, “calon mempelai wanita dan calon mempelai pria ”, (pasal 60 ayat 1 UU Perkawinan). Surat Keterangan ini berisi keterangan bahwa benar syarat telah terpenuhi dan tidak ada rintangan untuk melangsungkan perkawinan. Bila petugas pencatat perkawinan menolak memberikan surat keterangan, maka yang bersangkutan dapat meminta Pengadilan memberikan Surat Keputusan, yang menyatakan bahwa penolakannya tidak beralasan (pasal 60 ayat 3 UU Perkawinan).

Surat Keterangan atau Surat Keputusan Pengganti Keterangan ini berlaku selama enam bulan. Jika selama waktu tersebut, perkawinan belum dilaksanakan, maka Surat Keterangan atau Surat Keputusan tidak mempunyai kekuatan lagi (pasal 60 ayat 5 UU Perkawinan).

3. Surat-surat yang harus dipersiapkan

Ada beberapa surat lain yang juga harus disiapkan, yakni:

Untuk calon suami:

Calon mempelai wanita harus meminta kepada calon suami untuk melengkapi surat-surat dari daerah atau negara asalnya. Untuk dapat menikah di Indonesia, ia juga harus menyerahkan “Surat Keterangan” yang menyatakan bahwa ia dapat kawin dan akan kawin dengan WNI. SK ini dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di negaranya. Selain itu harus pula dilampirkan:

* Fotokopi Identitas Diri (KTP/pasport) yang sah
* Fotokopi Akte Kelahiran
* Surat Keterangan bahwa ia tidak sedang dalam status kawin;atau
* Akte Cerai bila sudah pernah kawin; atau
* Akte Kematian istri bila istri meninggal
* Surat izin menikah dengan WNI dari kedutaan Negara WNA
* Pas foto terbaru terbaru berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar.
* Surat-surat tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penterjemah yang disumpah dan kemudian harus dilegalisir oleh Kedutaan Negara WNA tersebut yang ada di Indonesia.

Untuk calon istri:

Harus melengkapi hal-hal sebagai berikut:

* Fotokopi KTP
* Fotokopi Akte Kelahiran
* Data orang tua calon mempelai
* Surat pengantar dari RT/RW yang menyatakan bahwa anda tidak ada halangan bagi anda untuk melangsungkan perkawinan
* Apabila WNA adalah hendaknya memastikan kehadiran wali atau surat wakalah wali dari pihak yang berkuasa dari Negara yang bersangkutan.
* Pas foto berwarna ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar.

4. Pencatatan Perkawinan (pasal 61 ayat 1 UU Perkawinan)

Pencatatan perkawinan ini dimaksudkan untuk memperoleh kutipan Akta Perkawinan (kutipan buku nikah) oleh pegawai yang berwenang. Bagi yang beragama Islam, pncatatan dilakukan oleh pegawai Pencatat Nikah atau Pembantu Pegawai Pencatat Nikah Talak Cerai Rujuk. Sedang bagi yang Non Islam, pencatatan dilakukan oleh Pegawai Kantor Catatan Sipil.

5. Legalisir Kutipan Akta Perkawinan

Kutipan Akta Perkawinan yang telah didapatkan, masih harus dilegalisir di Departemen Hukum dan HAM dan Departemen Luar Negeri, serta didaftarkan di Kedutaan negara asal suami.

Dengan adanya legalisasi itu, maka perkawinan yang sudah sah dan diterima secara internasional, baik bagi hukum di negara asal suami, maupun menurut hukum di Indonesia.

6. Konsekuensi Hukum

Ada beberapa konsekuensi yang harus diterima bila salah satu mempelai menikah dengan seorang WNA. Salah satunya yang terpenting yaitu terkait dengan status anak. Berdasarkan UU Kewarganegaraan terbaru, anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNI dengan pria WNA, maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI, kini sama-sama telah diakui sebagai warga negara Indonesia. Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda, dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka ia harus menentukan pilihannya.

Pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin. Jadi harus dipersiapkan untuk mengurus prosedural pemilihan kewarganegaraan anak untuk selanjutnya.

Catatan:

Bagi perkawinan campuran yang dilangsungkan di luar Indonesia, harus didaftarkan di kantor Catatan Sipil paling lambat 1 (satu) tahun setelah yang bersangkutan kembali ke Indonesia. Bila tidak, maka perkawinan anda belum diakui oleh hukum kita. Surat bukti perkawinan itu didaftarkan di Kantor Pencatatan Perkawinan tempat tinggal mempelai wanita di Indonesia (pasal 56 ayat (2) UU No. 1/74).

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 25/10/2010.

5 Tanggapan to “Status Hukum Perkawinan yang diselanggarakan di luar negeri oleh WNI.”

  1. dua org wni menikah di singapore dicatatkan di sgp. tidk dicatatkan di catatan sipil ind. bagaimana prosedur pengajuan gugatan cerainya. suami mau menceraikan istri. 2 anak dibwh umur.

  2. Jika wanita WNI hendak menikah dengan pria WNA (Malaysia-Johor), maka di Negara manakah pernikahan secara hukum (menguntungkan wanita WNI, hak & kewajiban) yang lebih baik diadakan?

    Thanks in advance,

  3. Salam….
    Saya dari Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI), sedang melakukan kajian terhadap praktik pelayanan yang diskriminatif. Salah satunya terjadi pada pencatatan perkawinan. Jika Anda tidak berkeberatan, bolehkah kami dikirimkan Keputusan Gubernur No.15/1999 yang Anda sitir dalam tulisan di atas, untuk membantu mempertajam penelitian kami. jika tidak keberatan dapat diemail ke isyanto@gmail.com

    Atas perhatian dan kerjasamanya saya sampaikan terima kasih..

    Salam
    Isyanto

  4. Hi Tommy, boleh tanya ya, ttg kekayaan, hak milik dan waris, bagi wanita WNI yang akan / atau menikah dengan pria WNA;

    Setelah menikah dengan WNA, apakah ada perubahan kepada pemilikannya sehubungan dengan aspek hukum (?)
    Bila kemudian wanita WNI itu, tidak memiliki keturunan, dan setelah kematiannya; Bagaimanakah status hak milik / warisan kekayaan wanita itu; Apakah bisa diwariskan (dijtujukan) ke suaminya yg WNA, atau sebaiknya bisa diwariskan (ditujukan) ke keluarga dekatnya (adik, keponakan, ibu, bapak), atau … (?)

    Terimakasih keterangannya.
    Salam,

    • warisan tsb akan h ke suami , walaupun suami nya WNA … JIKA suami nya yg wna sudahmeninggal maka warisan akan jatuh ke tangan family, ortu,adek,keponakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.839 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: