Yusril Pertanyakan Penafsiran Pasal 19 dan 22 UU Kejaksaan

Tersangka kasus sistem administrasi badan hukum (sisminbakum) Yusril Ihza Mahendra meminta Mahkamah Konsitusi memerintahkan Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk memberhentikan proses hukum terhadap dirinya hingga perkara ilegal-tidaknya jabatan Hendarman selesai.

Kalimat itu meluncur dari mulut Yusril dalam sidang perdana uji materi Undang-Undang Nomor 16 tentang Kejaksaan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (15/7) pagi. Uji materi UU Kejaksaan diajukan Yusril karena mantan Menkum dan HAM itu menilai Jaksa Agung Hendarman Supandji tidak sah. Yusril juga menolak untuk menjawab pertanyaan penyidik Kejagung saat pemeriksaan 12 Juli silam.

Dalam sidang pagi ini, Yusril mempertanyakan konstitusionalitas penafsiran Pasal 19 dan Pasal 22 UU Kejaksaan tentang Prinsip Negara Hukum. Ia juga mempertanyakan penafsiran Keputusan Presiden Nomor 187, Keppres Nomor 31 Tahun 2007, dan Keppres Nomor 83 Tahun 2009.
“Dalam pasal tertulis bahwa Jaksa Agung adalah pimpinan yang merupakan penanggung jawab atas semua kebijakan langkah yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Pasal 35 menyebutkan kejaksaan di Republik Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” papar Yusril.

Lebih lanjut ia memaparkan, “Setelah saya pelajari berbagai peraturan internal di Kejaksaan Agung, ternyata kewenangan menetapkan seorang menjadi tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi di Kejagung bukanlah kewenangan penyidik, melainkan Jaksa Agung”.

“Maka itu saya membantah pendapat bahwa mesikpun Jaksa Agung tidak sah, tetapi penyidik sah, maka pendapat itu didasarkan hanya merujuk pada KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana),” lanjut Yusril.

Mantan Menteri Hukum dan HAM bersama Hartono Tanusoedibjo ditetapkan sebagai tersangka Juni lalu. Namun, dalam pemanggilan pada 1 Juli di Kejaksaan Agung, Hartono tidak hadir karena bepergian ke luar negeri. Sedangkan Yusril menolak diperiksa lantaran menganggap Jaksa Agung Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung ilegal.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 15/07/2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: