Batal Dibebaskan, Ayin Menangis

“Apa alasannya mereka (Kemenkum dan HAM) menahan-nahan hak klien saya?”

Pengacara Artalyta Suryani mempertanyakan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang tidak juga memberikan hak bebas bersyarat kepada kliennya.

“Saya tidak tahan di sini. Ayin menangis, semua keluarga menangis,” kata Kaligis yang mengaku sedang dalam tahanan Ayin di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang, Kamis 27 Januari 2011.

Sampai saat ini, kepastian SK pembebasan Ayin, kata Kaligis, belum diterima. “Kami bukan lagi mendesak tapi lebih upaya memohon,” kata Kaligis. Begitu surat keluar, Ayin akan langsung bebas.

Sesuai jadwal, tegas Kaligis, Ayin seharusnya bisa mendapatkan haknya untuk bebas bersyarat hari ini karena sudah menjalani 2/3 dari masa tahanannya, 4 tahun enam bulan dalam perkara menyuap jaksa Urip Tri Gunawan. Namun, hingga kini, tak ada kepastian dari pihak pemasyarakatan kapan kliennya bisa mendapatkan pembebasan bersyarat.

“Apa alasannya mereka (Kemenkum dan HAM) menahan-nahan hak klien saya? Keluarga di sini hanya bisa mengharapkan belas kasihan,” kata dia lagi.

Tim pengacara tidak bisa melakukan apa-apa lagi. “Percuma kami mengadu ke pengadilan pun. Karena hakimnya sudah takut duluan sama penguasa,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan bahwa hak bebas bersyarat Ayin jatuh pada 27 Januari 2011. Saat itu, Patrialis menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menghalangi hak napi.

Pembebasan Bersyarat Ayin Tunggu SK Dirjen Pemasyarakatan

Terpidana kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani, atau yang biasa dipanggil Ayin, belum bisa bernapas lega. Pembebasan bersyarat (PB) yang dijadwalkan pada Kamis (27/1) besok masih menunggu dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS).

Hal ini diungkapkan Dirjen PAS, Untung Sugiyono, yang ditemui di sela-sela acara Hari Bhakti Imigrasi ke-61 di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Kuningan, Jakarta Selatan.

SK tentang pembebasan bersyarat Ayin baru akan dikeluarkan setelah Dirjen PAS melaporkan kepada Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar. Adapun, Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) baru selesai menyelesaikan berkas-berkas perkara Ayin dua hari lalu.

“Belum ada SK, kalau besok ada SK, ya bisa (bebas bersyarat),” ujar Untung di hadapan para wartawan.

“Dari aspek legalitas sudah terpenuhi. Begitu pula dari aspek yuridisnya sudah memenuhi syarat, baik syarat administratif maupun substantifnya. Tapi aspek yang lain belum dipertimbangkan,” paparnya.

Ditanya kenapa jadwal pembebasan bersyarat Ayin dirasa begitu cepat dari masa hukumannya. Untung mengatakan Ayin berhak bebas bersyarat karena sudah menjalani dua pertiga masa tahanan.

“Mendapat PB (pembebasan bersyarat) itu dua pertiga dari masa tahanan, jadi minimal sembilan bulan berkelakuan baik. Coba Anda hitung sendiri sembilan bulan, kan kasusnya sudah Januari 2010 lalu. Berarti sudah setahun. Jadi tidak ada masalah,” pungkas Untung.

Terpidana Ayin divonis hukuman selama 4,5 tahun penjara karena terbukti telah menyuap jaksa Urip Tri Gunawan sebesar US$660 ribu. Uang itu dinilai terkait dengan perkara BLBI yang melibatkan Sjamsul Nursalim.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 27/01/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: