Panda Nababan Sempat Menolak Saat Ditangkap KPK

Panda Nababan, politisi asal PDI Perjuangan dijemput paksa oleh penyidik KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (28/1/2011) siang.

Saat ditangkap KPK, Panda sempat menolak ikut penyidik KPK untuk digelandang ke kantor KPK guna mengikuti jalannya pemeriksaan terhadap dirinya dalam kasus dugaan suap pemenangan Miranda Swaray Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia pada tahun 2004
silam.

Fakta itu dikemukakan Ketua DPP bidang hukum PDI Perjuangan Gayus Lumbuun, seusai memantau jalannya proses hukum terhadap Panda Nababan Cs di Gedung KPK.

Gayus bercerita, saat dijemput, Panda diminta dengan santun oleh penyidik untuk mengurungkan niatnya mengikuti Rakornas PDI Perjuangan di Batam.

Panda pun diminta untuk ikut dengan penyidik, guna memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka oleh KPK. “Persoalannya, santun itu
terdiri dari enam orang (penyidik) untuk meminta Bang Panda duduk di mobilnya dan bang Panda menolak,” kata Gayus, di kantor KPK, Jakarta.

Panda menolak, lantaran dirinya bersikukuh tak merasa pernah mengganggu atau menghambat proses penyidikan KPK terhadap dirinya.

Sedangkan penjemputan paksa, dimaknainya sebagai upaya hukum karena dirinya mengganggu dan menghambat proses penyidikan KPK itu.

“Bagaimanapun Bang Panda tidak pernah tidak memenuhi panggilan KPK,kooperatif, tidak perlu dijemput seperti itu,” tuturnya.

Bantah Ditangkap, Panda Nababan Ditahan di Rutan Salemba

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Panda Nababan terkait kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Jakarta Pusat bersama koleganya Max Moein, jumat (28/1).

Sementara politisi PDI-P lainnya Agus Condro yang menjadi pelapor kasus cek pelawat menjadi tersangka terakhir yang ditahan KPK, Jumat (28/1) malam. Dia dititipkan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Menurut sumber, penahanan Agus Condro dipisahkan dengan tersangka lainnya demi alasan keamanan.

Kepada wartawan, sebelum digelandang ke mobil tahanan, Panda membantah keras bahwa dirinya ditangkap KPK di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.  “Mereka memang menjemput tapi tidak ada penangkapan. Karena saya ke KPK pakai mobil saya sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan, kepergiannya ke Batam untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional PDI-P. Rencana kepergiannya juga, kata dia,  sudah diberitahukan kepada KPK. Selain itu,  pengacaranya juga sudah meminta penundaan pemeriksaan dikarenakan pihaknya masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial tentang pengaduan mereka terhadap putusan pengadilan Tipikor dalam kasus dengan terdakwa Dudhie Makmun Murod.

“Penahanan ini saya sesalkan karena permohonan pengaduan saya sedang diproses di MA dan KY. Saya siap maju ke pengadilan agar kasus ini jadi terang benderang,”imbuhnya.

Dia tidak bisa menerima apabila pengusutan kasus ini hanya berdasarkan dugaan-dugaan dari Agus Condro bukan berdasarkan bukti yang sebenarnya.

Pengacara Panda, Juniver Girsang menambahkan, kliennya tidak pernah menerima selembar travel cek seperti yang dituduhkan KPK.  “Kasus ini tidak murni. Ada target lain. Penyuapnya sebagai hal utama dalam kasus ini belum disentuh KPK. Maksud dan tujuan dari pemberian uang tersebut juga tidak jelas, ”katanya.

Pihaknya, kata dia, sedang mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum berupa penangguhan penahanan dan pra peradilan atas penahanan kliennya. Sementara Agus Condro saat dicegat wartawan berharap agar kasus ini menjadi jelas mengenai siapa pemberi suapnya.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 29/01/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: