Megawati tidak akan Penuhi Panggilan KPK

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum, HAM, dan Peraturan dan Perundangan Trimedya Panjaitan menegaskan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom.

Trimedya menjelaskan, partainya sangat menghormati langkah yang dilakukan KPK sebagai lembaga penegak hukum. Namun, lanjut Trimedya, setelah mempelajari surat panggilan tersebut, sebenarnya tidak ada relevansinya atas pemanggilan tersebut.

“Kami menghormati yang diinginkan KPK, namun kami mempelajari bahwa hal itu tidak ada relevansinya,” jelas Trimedya di Jakarta, Jumat (18/2).

Trimedya mengungkapkan, DPP telah menerima surat dari KPK tersebut pada Kamis (17/2). Dan hari ini (18/2), sudah dirapatkan oleh DPP PDI Perjuangan.

Rapat digelar di kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung Jakarta Selatan secara maraton. Rapat pertama, yakni dengan bantuan hukum partai yang juga dihadiri Megawati, berlangsung dari pukul 11.00 wib hingga 13.30 WIB.

Kemudian, lanjut Trimedya, dilanjutkan dengan rapat DPP untuk menyikapi hal itu, yakni dari pukul 14.00 WIB hingga 17.30 WIB. “Dalam Rapat DPP itulah, disepakati bahwa pemanggilan itu tidak ada relevansinya. Meskipun, hal itu merupakan hak dari tersangka untuk meminta saksi yang meringankan,” ujar Trimedya.

Trimedya menjelaskan bahwa posisi Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan sangat jauh hierarkinya untuk masalah pemilihan Miranda Goeltom. “Posisi Bu Mega terkait dengan pemilihan Miranda sebagai DGS itu terlalu jauh hierarkisnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Trimedya mengatakan, jangan sampai ada rencana tersembunyi di balik pemeriksaan terhadap Megawati. “Bagaimanapun Ibu Mega merupakan presiden kelima dan Ketua Partai PDI perjuangan, ini untuk menjaga agar tidak diseret-seret untuk kepentingan politik,” jelasnya.

Untuk itu, DPP PDIP akan menyurati pimpinan KPK. Surat ke KPK itu ditandatangani Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo dan Trimedya Panjaitan. “Kami harapkan KPK memahaminya. Apalagi dalam persidangan Dudhie (Dudhie makmun Murod) tidak ada bukti dana mengarah ke sana,” pungkas Trimedya.

Sebelumnya, Juru bicara KPK, Johan Budi, mengungkapkan, Mega diperiksa atas permintaan tersangka kasus travellers cheque, Max Moein. Menurutnya, KPK tidak berkepentingan dengan pemeriksaan terhadap Megawati.

Sebab, permintaan untuk memeriksa Megawati itu dari tersangka. Yang pasti, kata Johan, KPK sudah menjadwalkan pemeriksaan atas Megawati, Senin (21/2).

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 18/02/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: