Ruhut Sitompul: PKS Dulu, Golkar Belakangan

Pembangkangan di Setgab.

Ruhut Sitompul PKS Dulu Golkar Belakangan 

Demokrat berencana mendepak Golkar dan PKS. Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, Demokrat akan menyampaikan laporan tentang pengkhianatan kedua partai koalisi tersebut kepada Presiden Bambang Yudhoyono.

PKS yang akan diutamakan untuk dievaluasi, sedangkan Golkar belakangan.

“Evaluasi ini perlu dilakukan kepada pengkhianat dalam kader partai koalisi,” ujar Ruhut ketika dihubungi, Senin (28/2). Menurutnya, evaluasi ini perlu dilakukan karena perbedaan sikap dalam koalisi telah terlalu sering terjadi.

Ruhut memaparkan, laporan tersebut akan mencakup evaluasi tentang perbedaan sikap dalam koalisi di antaranya, pada saat pengambilan suara pemilihan Ketua KPK, penolakan Bibit Chandra di Rapat Komisi III, dan puncaknya pada voting dalam Rapat Paripurna yang membahas Hak Angket Perpajakan.

Meski baik PKS maupun Golkar sama-sama tak sejalan dengan Demokrat, Ruhut menyatakan saat ini partainya lebih fokus untuk mengevaluasi PKS. Menurutnya, PKS hanya membikin kisruh dalam koalisi karena sikapnya yang ‘kanan-kiri oke’.

Di satu sisi, menurutnya, PKS ikut dalam koalisi pemerintahan agar posisinya aman, tapi di sisi pencitraan PKS ingin tampil sebagai oposisi.

“Ini semua tentu akan dilaporkan ke Pak SBY sebagai Ketua Setgab sekaligus Presiden RI,” ujar Ruhut. Menurutnya, laporan tersebut akan disampaikan sekembalinya presiden ke Jakarta.

Menurutnya, pernyataan PKS dalam Mukernas di Yogyakarta yang mengatakan tetap akan melanjutkan berada dalam koalisi alasan adalah pemutarbalikan fakta. PKS, ujarnya, berlindung pada kata-kata SBY bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam Setgab.

“Coba kalau mereka duduk manis saja, kami pun tidak akan melakukan ini (evaluasi),” ungkapnya.

Meski mengaku tak mau mendahului SBY, Ruhut mengatakan, memang terbuka kemungkinan PKS akan tersingkir dari koalisi dan Gerindra hadir sebagai penggantinya.

Meski Gerindra disebut-sebut tak berkeringat dalam perjalanan koalisi selama ini, Ruhut mengatakan, Demokrat lebih menghargainya karena solid dan sejalan dengan Demokrat.

Ditanya tentang evaluasi terhadap Partai Golkar, Ruhut mengatakan, “Golkar belakangan,”. Dia pun mengatakan, kemungkinan PDIP untuk bergabung dengan koalisi. Jika itu terjadi, imbuhnya, Golkar harus siap-siap digantikan PDIP.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 28/02/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: