Benny Tuding Cirus Dalang Mafia Kejaksaan

Ketua Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman kesal nian dengan Cirus Sinaga. Dia menuding tersangka mafia hukum itulah aktor mafia di kejaksaan.

“Saudara Cirus! Jangan sampai kepala saudara kena virus. Cara pikir begini nih karena virus mafia. Anda ini kayaknya aktor mafia di kejaksaan. Saya bisa baca cara Anda menjawab, semua direkayasa, atau Anda memang pelakunya. Yang saya tanya lain kok, pantas rusak penegakan hukum di negeri ini,” ketus Benny pada Rapat Dengar Pendapat Panja Mafia Perpajakan di Senayan, Senin (4/4).

Kekesalan Benny terpicu jawaban empat jaksa peneliti yang bertele-tele dan tak seirama. Ialah Cirus Sinaga, Fadil, Eka, dan Ika. Dewan mempertanyakan benar-tidaknya mekanisme diskusi yang disebutkan. Yaitu memberi penilaian yang sama atas berkas penyidik.

“Nanti kalau Cirus masuk bui, yang tiga lagi juga. Lha ternyata Eka dan Ika pendapatnya tidak sama dengan saudara. Kelihatan di sini Cirus dan Fadil punya andil besar, jadi perlu diteliti lanjut,” sambung Benny.

Jaksa Fadil menimpali,”Kami berempat diskusi, berpendapat sama. Ditempuh melalui mekanisme sama”.

Diberi kesempatan, Ika menjelaskan kepada dewan,”Pembahasan cuma sekali, saat itu saya bingung karena ada pasal korupsi. Walaupun dalam fakta di berkas tidak saya sampaikan bagaimana kalau kita koordinasi dengan Pidsus (pidana khusus)”.

“Siapa ketua timnya saat itu,” tanya Benny. “Pak Cirus,” jawab Ika. Sontak sorak riuh di gedung dewan.

Gayus Halomoan Partahanan Tambunan kala itu menjabat penelaah keberatan dan banding Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Kemudian dia mengurus pajak perusahaan Citra. Artinya, cetus Benny, kalau pengusaha ataupun perusahaan menyerahkan uang ke Gayus sama saja disogok.

“Makanya kau baca dulu pasal 11 itu!,” kesal Benny ke Fadil. “Jelas sekali disebutkan hadiah atau janji diberikan karena kewenangan atau menurut pikiran yang memberikan hadiah ada hubungan dengan jabatan. Apa bukan korupsi namanya. Jangan gitulah, ini disaksikan republik ini?” heran Benny.

Dijawab Fadil,”Berdasarkan berkas perkara uang Rp370 juta bukan janji. Tapi untuk pengurusan pajak. Jadi terlepas dari jabatan sebagai penelaah keberatan dan banding,

Cirus menimpali,”Sampai sekarang kalau Pidana Umum meneliti berkas perkara, tidak ada (unsur) korupsi terus diserahkan ke Pidsus, tak ada aturan seperti itu”.

“Dewan-dewan terhormat boleh dicaci publik, tapi jangan bohongi saya. Jelas bagi saya ada rekayasa di sini,” keluh Benny.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 04/04/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: