DPR TIDAK TAU APA-APA SOAL DEBT COLECTOR JADI JANGAN DI BAWA MASALAH INI KE RANAH POLITIK

Rapat dengar pendapat antara Komisi XI DPR dengan Citibank, Mabes Polri, dan Gubernur BI berlangsung panas. Sebagian anggota Komisi XI memborbardir Citibank dengan pernyataan keras.

“Citibank masih menggunakan cara barbarian. Masa nagih hutang dengan cara melakukan pembunuhan di kantornya sendiri, ini sangat memalukan,” ujar anggota Komisi XI DPR dari Golkar, Melchias Marcus Mekeng, saat RDP di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2011) malam.

Menurut politisi Golkar ini Bank Indonesia (BI) harus memberikan sanksi yang tegas kepada Citibank. Melchias mengusulkan agar Citibank diberi sanksi dilarang beroperasi selama setahun di Indonesia.

“BI jangan ragu-ragu keluarkan sanksi, larang Citibank beroperasi selama 1 tahun selama belum memperbaiki sistem operasionalnya,” usulnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi XI, Emir Moeis. Politisi PDIP ini sudah banyak mengetahui praktek penggunaan Debt Collector yang dilakukan oleh Citibank.

“Sejak tahun 90-an sudah banyak keluhan dari masyarakat. Mereka nagih dengan kekerasan, bahkan saat ada tamu nagih dengan kasar,” terang Moeis di sela-sela RDP.

Aksi pengembalian kartu kredit Citibank yang dilakukan sebagai bentuk protes juga dilakukan beberapa anggota Komisi XI. Masyarakat yang memiliki keluhan yang sama diharapkan bisa mencontohnya.

“Saya tidak mau menjadi provokasi dengan meminta semua nasabah mengembalikan kartu kreditnya. Tapi tadi waktu saya mengembalikan kartu kredit, ini adalah contoh untuk masyarakat,” terang Anggota Komisi XI lainnya, Sadar Subagyo.

tommy utama sh mengatakan : debt colector  sangat di butuhkan terutama  di negara indonesia yg perekomian nya  masih acak-acak kan,yg salah di sini bukan pihak bank atau debt colector  akan tetapi pemerintah lah yg tidak maksimal dalam mengawasi perbankan indonesia… dan lagi saya melihat  media terlalu membesar-besar kan  masalah ini,padahal mereka tidak tau apa-apa soal debt colector…

masalah  debt colector adalah bagian dari sekian banyak masalah pemerintah yg tidak pernah kunjung selesai,karena pemerintah tidak pernah serius untuk menangi suatu masalah, masalah  lama belum selesai dan kalau datang masalah baru yg lama di tinggal  kan.. ini  yg membuat indonesia  ber tele-tele… lalu masyarakat  hanya berharap kepada seorang presiden , dan seorang presiden yg selalu di harapkan rakyat pun tidak berani bertindak tegas,bahkan para jendral pun sangat kecewa dg ke pemimpinan seorang SBY, karena tidak tegas  dan cendrung lamban.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 07/04/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: