KY TEMUKAN BUKTI REKAYASA KASUS ANTASARI AZHAR

Komisi Yudisial (KY) menyatakan masih menunggu hasil eksaminasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dugaan rekayasa proses hukum terpidana kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Antasari Azhar. Eksaminasi ini guna mencari ada atau tidaknya keterlibatan rekayasa dari putusan pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung (MA).

“Kita masih menunggu Komnas HAM yang katanya akan melakukan eksaminasi. Jadi kalau Komnas HAM menemukan keanehan-keanehan tentu kita akan menindaklanjuti kasus itu,” kata anggota KY, Taufiqurrohman Syahuri, di Gedung KY, Jakarta, Selasa (1/3).

Taufiq menuturkan, pengaduan masyarakat untuk kasus Antasari, tidak termasuk dari pelaporan sisa komisioner sebelumnya yang sudah digugurkan sebagian oleh KY. Bahkan, berdasarkan pemeriksaan komisioner sebelumnya sudah dinyatakan ada indikasi rekayasa. “Tapi dalam rekomendasinya tidak dinyatakan untuk ditindaklanjuti,” jelas dia.

Untuk itu, sambung Taufiq, KY masih harus melakukan kajian terhadap kasus tersebut dengan menunggu temuan Komnas HAM. Sebab, putusan pengadilan semata tidak bisa dijadikan dasar pelanggaran etika hakim. Adapun pengakuan Gayus Tambunan yang menyebut kasus Antasari adalah rekayasa, juga bisa dijadikan petunjuk untuk pemeriksaan kasus ini.

“Makanya KY menunggu Komnas HAM, kalau Komnas HAM selesai dan menemukan keanehan-keanhean saya akan prioritaskan kasus ini. Karena, kasus ini menjadi perhatian publik seperti halnya kasus Panda Nababan,” papar Taufiq.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengawasan Hakim, Komisioner KY Suparman Marzuki menyatakan putusan pengadilan kasus Antasari hingga tingkat kasasi tetap dinilai. Jalan masuknya, adalah penilaian putusan berkekuatan hukum tetap dengan dalih untuk mutasi dan promosi hakim.

“Kemudian, apapun hasilnya diharapkan akan menjadi pelajaran penting bagi bangsa ini, terutama bagi para hakim bahwa mereka itu adalah orang mulia, karena itu keputusannya harus mulia,” jelas Suparman.

KY: Hakim Kasus Antasari Abaikan Bukti

Komisi Yudisial (KY) menemukan indikasi pelanggaran profesionalitas hakim yang menangani persidangan mantan Ketua KPK Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. KY mensinyalir ada sejumlah bukti-bukti penting yang justru tidak dihadirkan hakim. “Kesimpulan sementaranya adalah ada potensi pelanggaran perilaku hakim, terutama dalam hal profesionalitas karena mengabaikan bukti-bukti kuat yang ada di persidangan,” kata juru bicara KY, Asep Rahmat Fajar, di Jakarta, Rabu (13/4).

KY telah menelaah dokumen pengaduan yang dilaporkan pihak Antasari. KY juga menelaah dokumen yang diperoleh dari hasil investigasi.

“Oleh karena itu sekarang KY melangkah ke tahap berikutnya, yaitu akan meminta keterangan dari para pihak, dimulai dari pelapor, saksi dan ahli, seperti ahli balistik, IT dan lain-lain,” terangnya.

Asep merinci, sejumlah bukti yang tidak disentuh hakim dan cenderung diabaikan yakni terkait bukti dan keterangan ahli terkait senjata dan peluru yang digunakan.

“Juga terkait teknologi informasi, dalam hal ini pengiriman SMS dari Antasari,” imbuhnya. Ketua KY, Eman Suparman, menambahkan, dengan temuan ini, maka kakim di tingkat pertama hingga kasasi yang terlibat akan segera diperiksa.

“Ya, pada akhirnya nanti kami akan melakukan pemeriksaan setelah semuanya, bukti-bukti dan indikasi-indikasi sudah dilengkapi dengan bukti-bukti yang jelas. Karena kami tidak mau keliru dalam melakukan pemeriksaan,” katanya.

Menurut Eman, KY tidak akan gegabah dalam proses pemeriksaan nanti. Semua bukti harus diperjelas dan setiap keputusan harus dibuat dalam sidang pleno. “Sebab nanti akan menjadi trial by the press. Tidak boleh menghakimi sendiri. Karena semua keputusan merupakan hasil dari pleno kami,” ucapnya.

Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali, menegaskan, tidak dipertimbangkannya sebuah alat bukti merupakan hak mutlak seorang hakim dalam melakukan penilaian terkait pemeriksaan perkara.

“Kalau menyangkut penerapan hukum adalah masalah teknis yang sepenuhnya menjadi kewenangan hakim dalam melaksanakan independensinya,” kata Hatta.

Hatta melanjutkan, bila para pihak terkait kurang puas dalam hal pembuktian, maka bisa mengajukan upaya hukum, seperti banding dan kasasi. Dalam perkara yang sudah diputus pada tingkat kasasi ini maka bukti baru (novum) yang belum pernah dipertimbangkan oleh pengadilan tingkat sebelumnya bisa diajukan.

“Kalau ada yang tidak puas jalurnya adalah upaya hukum,” tutur Hatta.

Bahan PK
Kuasa hukum Antasari Juniver Girsang, mengatakan, temuan KY ini bisa menjadi bahan untuk mengajukan peninjauan kembali (PK).

“Jika KY menyarankan majelis tidak pertimbangkan fakta-fakta persidangan, ini akan menjadi fakta baru dan novum bagi kami. “Memang kami sejak putusan di PN Jaksel langsung kirim surat ke KY, protes minta putusan itu dieksaminasi karena tidak memuat fakta-fakta persidangan, jelas ini melanggar,” ujarnya.

Antasari divonis 18 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Antasari didakwa melakukan pembunuhan berencana dan dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP pasal 340 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Dakwaan tersebut juga berisi bagaimana Antasari berbuat tidak senonoh dengan Rhani Juliani, istri siri Nasrudin. Antasari dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan membujuk orang lain melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin.

Pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi, permohonan Antasari Azhar ditolak. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat hukuman Antasari Azhar selama 18 tahun penjara.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 14/04/2011.

9 Tanggapan to “KY TEMUKAN BUKTI REKAYASA KASUS ANTASARI AZHAR”

  1. DARI AWAL JUGA SUDAH KELIHATAN KASUS INI DI REKAYASA…….KITA RAKYAT SUDAH TAHU LAH BAHWA INI PERMAINAN PEMERINTAH NEGERI INI KARENA ANTASARI INGIN MENGUNGKAP KASUS2 KORUPSI BESAR.JANGAN2 RI 1 TERLIBAT DGN MENGATUR REKAYASA.TP PERCAYALAH GANTI PEMIMPIN THN 2014 DI NEGERI INI SAYA YAKIN RI 1 AKAN BISA DIBAWA KE MEJA HIJAU.

  2. Mantap KY,,,,silahkan usut terus peradilan kita saat ini,,,,kayaknya ada konspirasi dalam kasus Antasari Azhar ini. Ku tunggu hasil nya,,,mudah-mudahan memuaskan saya dan masyarakat yang cinta keadilan dan kebenaran.
    Good luck KY

  3. alhamdulillah secara perlahan kebenaran itu akan kembali kepada kebenaran yng sesungguhnya. haq adalah yang haq tidak bisa disamakan dg kebathilan, semoga ini cepat terungkap, kami sangat merindukan sosok seorang antasari azhar yang begitu yakin menegakkan keberan. semoga allah meridhoi niat baik KY untuk mengungkap kasus ini.. amiin

  4. TOLONG SECEPATNYA DI TINDAK LANJUTI.

  5. dari awal masyarakat udah taw siapa yang seharusnya dihukum,, pemerintah janganlah terlalu menganggap semua hal bisa direkayasa,, semua org jg taw pa AA g mungkin melakukan perbuatan semacam itu dia kan orang hukum mana mungkin dia maw lompat di lubang yang dia sudah taw ada binatang buas di dalamx,, pemerintah kita sudah kelewatan dalam penegakan hukum,, orang Bugis bilang “naseng kapang onde-onde apangnge”.. Ewako pa AA

  6. ia ya,,semua kayaknya Para pemimpin yg duduk dikursi Roda Diatas sana,,,,selalu jalan untuk keselamatn Diri bila dia terduga suatu maslah yg merugikan pemerintahan dan rakyat jelata ini.

  7. dinegeri ini semua serba salah, jdi orang jujur membela kebenaran tunggu dibuatkan kesalahan agar bisa dihukum klu tdk begitu tunggu peluru nyasar atau racun mematikan, klu masih berdiri kokoh dengan gigih mka selamat………,tpi jarang yg berumur panjang……hm……

  8. tuhan tidak pernah tidur, sholatlah engkau sampai dahimu hitam, bila hati dan jiwamu menyakiti sesama tdk akan ad gunanya, mungkin kami bisa kau bohongi tapi yang Diatas akan lebih tahu, Pembalasan itu pasti ada, Pk Antasari yakinlah Allah punya jalan lain semua akan ada hikmahnya, do’a kami menyertaimu,

  9. Semoga pak antasari cepat mendapatkan keadilan, semoga Alloh memberi petunjuk amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: