Belum Lunas SPP, Puluhan Ijazah Ditahan

Sejumlah sekolah swasta di Yogyakarta terpaksa menunda
pemberian ijazah kepada siswa yang dinyatakan lulus. Pihak sekolah beralasan bahwa siswa yang bersangkutan belum melunasi administrasi sekolah seperti uang sekolah bulanan.

“Kami terpaksa menunda pemberian ijazah tersebut karena siswa yang bersangkutan belum melunasi uang sekolah. Bahkan tunggakan uang sekolah itu terjadi sejak siswa kelas 1,” kata Widodo, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 4 Juli 2011.

Menurutnya, saat ini setidaknya ada 30 ijazah yang masih ditunda pemberiannya kepada siswa yang telah lulus karena belum melunasi uang administrasi sekolah. Bahkan ada siswa lulusan tahun 1985 yang baru mengambil ijazah beberapa minggu yang lalu.

“Meski menunda pemberian ijazah, namun bagi siswa yang ingin melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan kami masih memfasilitasi dengan memberikan legalisir ijazah,” ujar Widodo.

Langkah yang lain untuk meringankan siswa, yaitu pihak sekolah menyalurkan siswa bekerja pada sebuah perusahaan, dengan perjanjian nantinya akan mencicil kekurangan administrasi untuk mengambil ijazah. Namun, dalam kenyataannya hal tersebut tidak bisa berjalan dengan lancar.

“Kami menyalurkan kerja terus ada perjanjian membayar dengan penghasilan mereka, tapi kadang-kadang juga tak jalan. Kami tahulah kalau sudah kerja kebutuhan banyak, untuk siswa miskin bisa langsung kami serahkan jika benar-benar miskin setelah kami survei, lain halnya jika orangtuanya mampu,” papar Widodo.

Lebih lanjut, Widodo menyatakan tunggakan uang sekolah itu berpengaruh
kepada jalannya operasional sekolah. Hal ini berbeda dengan sekolah negeri yang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Sekolah negeri 75 persen kegiatan sekolah dibiayai oleh negara, kalau swasta seluruh biaya hatus ditanggung oleh sekolah. Jika siswa tidak membayar administrasi baik uang sekolah, uang praktik, maka proses belajar-mengajar tidak dapat berjalan,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bantul Fachrudin  mengakui adanya siswa yang belum dapat mengambil ijasahnya karena masih ada biaya administrasi yang belum diselesaikan. Sehingga pihak sekolah harus menunda pemberian ijasah kepada siswa yang bersangkutan. “Di Dinas Sosial memang ada bantuan pemdidikan untuk KK miskin di Bantul sebesar Rp 3,5 milyar. Namun demikian dana tersebut belum mencukupi untuk membantu semua siswa yang belum dapat menerima ijasah akibat ada tunggakan administasi,” ujarnya singkat.sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/230924-belum-lunas-bayar–sekolah-tahan-ijazah

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 04/07/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: