Ucok Pembunuh Mahasiswi STKIP Dihukum Putusan Mati

Terdakwa pembunuh dan pemerkosa mahasiswi STKIP PGRI Padang, Ade Saputra alias Ucok, 26, divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang, Kamis (28/7). Putusan tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Zulkardiman Cs dari Kejari Padang.
Hukuman mati tersebut merupakan vonis mati pertama selama sejarah Pengadilan Negeri Padang. Sebelumnya, vonis tertinggi baru hukuman seumur hidup terhadap Ari Petak yang memperkosa dan membunuh siswi SMP Negeri 1 Padang.
Sidang pembacaan vonis terhadap Ucok kemarin dikawal ketat 275 anggota Polsek Padang Utara, Polresta Padang dan Brimob Polda Sumbar. Di halaman depan PN Padang ditempatkan satu mobil water canon. Sementara di sisi kiri dan kanan ruang sidang disiapkan masing-masing satu mobil barakuda. Setiap pengunjung yang akan masuk diperiksa dengan metal detektor oleh anggota Brimob, isi tas digeledah.
Bahkan di dalam ruang siang, puluhan anggota polisi yang berseragam maupun yang berpakaian sipil, baik bersenjata maupun yang menggunakan rotan mengelilingi terdakwa dari ancaman keluarga korban. Padahal pada siang biasa, tidak seorang pun diperkenankan masuk ke tempat tersebut apalagi dengan menggunakan senjata. Tampaknya demi menjaga keamanan terdakwa yang sebelumnya memang sudah dituntut hukuman mati, polisi bekerja ekstra hati-hati.
“Mengadili menyatakan terdakwa Ade Saputra alias Ucok terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tindak pidana kejahatan: pembunuhan berencana, persetubuhan di luar perkawinan dengan seorang perempuan yang diketahui tidak berdaya dan pencurian. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” kata Hakim Ketua Muchtar Agus Cholif.
“Allah Akbar… Allah Akbar… Allah Akbar,” teriak keluarga korban di bangku pengunjung. Di saat bersamaan, seorang wanita jatuh pingsan di kursi pengunjung bagian kanan.
Selain menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 340, pasal 286 dan pasal 362 KUHP, majelis hakim yang terdiri Muchtar Agus Cholif, Yoserizal dan Fitrizal juga menyatakan Ucok bersalah melanggar Undang Duo Puluh Hukum Pidana Adat Minangkabau.
Menurut majelis hakim, terdakwa telah melakukan tikam bunuh, sumbang salah dan maling curi sekaligus pada saat yang sama, serta telah membuang mayat Siska ke bandar layaknya seperti membuang bangkai binatang yang tak berharga, dan sungguh sangat menyentuh perasaan pemangku adat dan masyarakat Minangkabau pada umumnya, di hati mereka menjerit, merintih pedih dan perih bagai diiris dengan sembilu atas perlakuan kejam terdakwa membunuh, menyetubuhi, mengambil harta dan membuang mayat Siska ke bandar tanpa perikemanusiaan.
“Andai kata perbuatan ini terjadi di masa silam, di saat adat basandi Syarak, syarak basandi Kitabullah belum dikebiri oleh penjajah, maka orang yang dibuat sekejam itu, harus dicencang sampai lumat, atau dimasukkan ke dalam lukah anak lareh dan dibuang ke laut ujo, supayo sanang hati buayo banyak, kampung harus dibasuh, nagari harus dicuci, jejak nan tinggal harus dibuang di bahu hilang dan dibacokan doa tolak bala semoga Allah menjauhkan semua bala, agar tidak terulang lagi di masa datang,” kata hakim ketua Muchtar Agus Cholif dalam pertimbangannya.
Baik terdakwa Ucok maupun JPU Mulyana Safitri dan Silvia Andriati menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.
Meskipun vonis hakim sudah vonis mati, namun keluarga korban merasa tidak puas kepada terdakwa. Sewaktu Ucok dilarikan dari ruang sidang, puluhan keluarga korban berusaha mengejar. Berkat kesigapan petugas, Ucok berhasil dilarikan dengan mobil barakuda. Sebaliknya yang terjadi malah bentrok antara petugas kepolisian dengan keluarga korban.
Hakim anggota Fetrizal Yanto menyatakan vonis mati terhadap terdakwa Ucok bukan karena desakan masyarakat atau keluarga korban, tetapi murni karena alasan yuridis. Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana yang sadis dan tanpa perikemanusiaan.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 02/08/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: