Lumat Diterjang Galodo, Jembatan Kociak Terabaikan

Jika ada pertanyaan, apakah nagari di Sumatera Barat yang dua putra terbaiknya, sama-sama tampil sebagai calon kepala daerah dalam pilkada tahun 2010? Jawabannya, pasti hanya Nagari Situjuahgadang di belahan Selatan, Kabupaten Limapuluh Kota.
DI nagari seluas 16,6 km2 ini, memang muncul dua calon kepala daerah dalam Pilkada 2010, yakni Zadry Hamzah Datuak Munsaid yang berduet dengan Irfendi Arbi, dan Eka Kurniawan Sago Indra yang bertandem dengan Arfi Bastian Kamil.
Selain Zadri Hamzah dan Sago Indra, penggerak LSM Sekoci Indonesia sekaligus pendiri Partai Demokrat di Sumatera Brigjend (Purn) Mismar ”Uda Buyuang” Anas dan mantan Direktur PT Semen Padang Muchlis Karanin juga tercatat sebagai putra asli Nagari Situjuahgadang.
Kendati memiliki bejibun orang hebat dan terdepan dari segi sumber daya manusia, dibanding nagari-nagari lain di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, tapi belakangan ini luput dari perhatian pemerintah daerah.

Itu tecermin dari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Telah hampir dua tahun, jembatan Munggu yang menghubungkan Jorong Kociak dengan Jorong Situjuahgadang, hancur diterjang galodo Gunung Sago. Namun sampai kini, tak kunjung dilakukan perbaikan oleh pemkab terhadap nagari berpenduduk 6.561 jiwa.
Padahal, dana rehabilitasi pascabencana galodo Gunung Sago sudah dicairkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Tapi, tidak satu rupiah pun, dana itu dikucurkan untuk membangun kembali jembatan Munggu di Jorong Kociak yang porak-poranda dilumat ”monster” bernama galodo.

Maka jangan heran, bila Syofiarledi, 41, Wali Nagari Situjuahgadang yang berjenggot panjang bak tokoh revolusioner Kuba Fidel Castro itu, kerap meradang. Bukannya apa-apa, Syofiarledi sedih saja, melihat anak-anak Jorong Kociak, berjalan kaki pulang-pergi ke sekolah.

”Mereka berjalan kaki karena kendaraan roda empat, tidak bisa lagi melewati jembatan Kociak. Kendaraan roda dua pun, harus berhati-hati, karena jembatan bambu yang kami bangun dengan gotong-royong, sudah mulai lapuk,” kata Syofiarledi ketika ditemui Padang Ekspres, akhir pekan lalu.
Jalan Padangjoriang Parah
Bukan jembatan Munggu di Jorong Kociak saja yang luput dari perhatian pemerintah. Infrastruktur jalan dari Jorong Padangjariang sampai ke Jorong Situjuahgadang juga rusak parah. Aspalnya terkelupas, membuat lubang-lubang besar. Sungguh sakit pantat pengendara sepeda motor saat melewati jalan ini.
Pemerintah Nagari Situjuahgadang, sudah lama pula mengusulkan perbaikannya, tapi bengkalai itu tak pernah sudah. Sungguh, tak sudah-sudah, Tuan! Ironisnya, sebelum masuk Jorong Padangjariang, Pemko Payakumbuh, telah membangun jalan beraspal beton sampai ke Pajak Tendek, Limbukan.
Terkadang, perih bercampur sedih, hati orang Situjuahgadang melihatnya. Tapi, sampai sekarang, belum tebersit dari hati orang-orang kampung yang berada di ketinggian 600 s/d 850 meter dari permukaan laut itu, untuk berinduk ke kampung tetangga, Kota Payakumbuh.
Selain jalan dari Jorong Padangjariang ke Jorong Situjuahgadang, jalan penghubung Jorong Situjuahgadang ke Jorong Kociak juga terbengkalai pembangunannya. Begitu pula jalan dari Jorong Padangkuniang ke Sikabu, kawasan pertanian dan perkebunan itu.
Masyarakat di Sikabu yang tiap hari bertungkuslumus dengan pertanian dan peternakan, tidak tahu-menahu soal politik, tidak ambil pusing soal korupsi. Hanya butuh makan tiga-kali sehari, hanya bermimpi menyekolahkan anak, berharap betul pemerintah, melanjutkan bengkai jalan ke pemukiman mereka.
”Sudah lama betul rasanya, jalan dari Jorong Padangkuniang ke Sikabu, rusak parah. Besar-besar batu melintang di sepanjang jalan. Tapi tak ada juga perhatian dari pemerintah. Padahal ini jalur pertanian, urat nadi ekonomi urang kampung kami,” kata Mehmed Annur, seorang warga Sikabu.
Harapan serupa telontar dari mulut Syofiarledi. Bersama Kerapatan Adat Nagari, Bamus, dan segenap eleman masyarakat, dia mambana kepada pemerintah daerah dan DPRD, perhatikanlah Situjuahgadang. Laksanakanlah, pembangunan sesuai dengan hasail Musrenbang.
”Jangan lain hasil Musrenbang, lain pula yang dibangun. Tolong, pembangunan yang merata, berkeadilan berdasarkan kebutuhan. Jangan dipolitisir satu nagari dengan nagari lain. Tolong samakan, nagari di Kabupaten Limapuluh Kota,

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 24/10/2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: