DPR Turun Tangan Perjuangkan Pembangunan Huntap Mentawai

21092013110445Huntara-MentawaiPadang, Padek—Lambatnya proses rehabilitasi dan re­konstruksi terhadap korban gempa dan tsunami Mentawai, membuat berang anggota Ko­misi VIII DPR. Me­nurut me­reka, alasan regulasi di ke­men­terian yang meng­hambat rehab rekon tidak bisa dite­rima, menyusul telah keluar­nya Keputusan Presiden ten­tang Percepatan Proses Rehab Rekon di Men­tawai.

“Sulitnya regulasi di ke­menterian jangan jadi alasan dan penghambat untuk perce­patan proses rehab rekon Men­­tawai,” ujar Ketua Komisi VIII DPR Dayed Fuad Zakaria saat rapat kerja dengan Pem­prov Sumbar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penang­gu­langan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar dan Pemkab Mentawai.

Dia menyesalkan telah em­pat tahun  gempa berlalu, belum juga dibangun hunian tetap untuk korban tsunami. “Padahal, gempa dan tsunami Mentawai tidak se­be­sar gempa Aceh. Persoalan yang di­hadapi Aceh dan Sum­bar tak jauh be­da, tapi rehab rekon di Aceh bisa berjalan lebih cepat,” ulasnya.

Dalam waktu dekat, Ko­misi VII DPR akan rapat kem­bali bersama kementerian terkait, Gubernur Sumbar dan Bupati Mentawai untuk mem­bicarakan hal tersebut.

“Kami akan meminta Ke­menterian Keuangan untuk tetap menyalurkan kembali dana rehab rekon Mentawai dengan jumlah yang sa­ma. Ke­salahan tidak ter­manfaatkan anggaran, bukan karena da­erah tidak bisa membela­n­jakan uang, namun terkendala aturan birokrasi yang ada di pusat,” ungkapnya.

“Penanganan bencana ini harus penanganan khusus, bu­kan ikut aturan nor­mal. Kalau ikut aturan normal inilah yang terjadi. Indonesia adalah daerah rawan bencana, harus ada dis­pensasi regulasi terhadap per­soa­lan keben­canaan,” tambah­nya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Gondo Radityo Gambiro me­ngaku kecewa dana rehab rekon Men­tawai dikembalikan ke kas negara. “Persoalannya bukan pada keti­dak­mampuan daerah mem­belan­jakan, tapi terkendala peraturan, yakni menunggu izin IPK dari Ke­men­terian Kehuta­nan. Pa­da­hal, ini kejadian daru­rat,” tandasnya.

“Saya minta pemerintah daerah juga proaktif. Ke­men­terian Kehutanan memang bu­kan mitra kerja kami, tapi k­alau dari awal persoalan ini di­sampaikan ke Komisi VIII, tentu kami akan perjuangkan lewat rapat kerja lintas komisi. Terus terang, kami selama ini, tak tahu persoalan kegiatan rehab rekon Mentawai seperti ini,” ujarnya.

Dia minta daerah menyiap­kan perencanaan yang matang saat kegiatan rehab rekon Men­tawai dimulai. Sehingga, penger­jaannya dapat diefi­sienkan.

“Daerah harus mem­per­si­apkan segala sesuatu. Kami juga berjuang di pusat untuk per­cepatannya. Sehingga, ke­gia­­tan rehab rekon Mentawai da­pat segera dikebut,” tutur­nya.

Komisi VIII juga akan meng­agendakan rapat kerja dengan kementerian terkait dengan mengundang Guber­nur Sumbar dan Bupati Men­tawai. Sehingga, dalam rapat kerja tersebut, ada hasil yang dapat diputuskan.

Deputi Rehabilitasi dan Re­kons­truksi BNPB, Bambang Sulistiono mengatakan, untuk pengurusan izin IPK guna ke­giatan rehab rekon Men­tawai telah menghabiskan waktu sela­ma 3 tahun, yakni 2010 sampai Februari 2013. Saat IPK telah dikantongi, giliran Kementerian Keuangan yang menarik dana karena telah melebihi batas akhir tahun anggaran.

“Dulu uangnya ada tapi IPK yang belum ada. Sekarang, IPK telah ada, namun uangnya tidak ada. Makanya, kita ber­ha­rap ada solusinya,” ujarnya.Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim setuju jika Pem­prov dan Pemkab Menta­wai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR dan kementerian terkait terkait rehab rekon Mentawai.Kepala BPBD Sumbar, Ya­zid Fadli mengatakan, angga­ran rehab-rekon yang dikem­balikan ke kas negara belum dikembalikan ke Sumbar. “Ma­­kanya, belum bisa dipas­tikan jadwal pemb­a­ngunan huntap dapat dimulai. Kita akan mulai kalau dana itu telah dikembalikan ke Sumbar,” tuturnya.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 21/09/2013.

Satu Tanggapan to “DPR Turun Tangan Perjuangkan Pembangunan Huntap Mentawai”

  1. begitu rumitkah birokrasi di negara kita ini, apakah tidak ada dispensasi sedikitpun dari pemerintah,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: