Korban Sipil Terus Bertambah, Obama Peringatkan Israel

Serangan darat Israel kembali menimbulkan korban jiwa.

256490_presiden-amerika-serikat-barack-obama_663_382

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendukung penuh hak Pemerintah Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket kelompok militan Hamas. Namun, dia memperingatkan Israel agar mempertimbangkan korban tewas dari kalangan sipil jika itu terus meningkatkan serangan. 

“AS dan teman kami dan sekutu kami sangat khawatir mengenai risiko peningkatan yang lebih jauh dan kehilangan nyawa lebih banyak dari warga sipil yang tidak berdosa,” ungkap Obama kepada media di Gedung Putih. 

Menurut Obama, Israel akan terus melanjutkan proses pendekatan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil. 

BBC edisi Sabtu, 19 Juli 2014 melansir dalam serangan yang terjadi pada Sabtu 19 Juli 2014, sebanyak 15 warga Palestina menjadi korban jiwa. Di antaranya sebuah keluarga yang terdiri dari delapan orang.

Pejabat berwenang di Gaza menyebut, sejak Israel menggelar Operasi Perlindungan Perbatasan, tercatat sudah 307 warga Palestina tewas. Sebagian besar dari mereka warga sipil. Bahkan, lebih dari 50 orang di antaranya masih berusia di bawah 18 tahun. 

Pejabat berwenang PBB menyebut lebih dari 50 ribu warga Palestina terpaksa mengungsi setelah lolos dari tembakan pasukan Israel yang menggelar serangan darat sejak Kamis 17 Juli 2014 kemarin. Selama dua hari sejak serangan darat Israel dilakukan, 60 warga Palestina telah menjadi korban. 

Dalam serangan yang dilakukan hari Sabtu dini hari, bagian luar sebuah mesjid di bagian selatan kota Khan Younis menjadi sasaran. Serangan itu menewaskan tujuh orang. 

Korban di kubu Israel

Korban juga jatuh di pihak Israel. Sejak menggelar operasi perbatasan pada 8 Juli lalu, satu warga sipil dan satu tentara Israel yang tewas. Sementara beberapa personel tentara Israel dilaporkan mengalami luka serius. 

Stasiun berita Al Jazeera, melaporkan beberapa roket masih terus ditembakkan ke ibukota Tel Aviv. Namun, roket itu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan anti rudal, Iron Dome. 

“Kami memilih untuk memulai operasi ini setelah merasa lelah dengan opsi lain, kami justru akan membayar harga yang lebih mahal,” ungkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesaat sebelum menggelar sesi rapat khusus kabinet. 

Tujuan dari operasi yang digelar militer Israel menurut Benjamin adalah untuk menciptakan kembali ketenteraman. “Instruksi saya kepada pasukan militer Israel, dengan persetujuan kabinet keamanan, yakni menyiapkan kemungkinan adanya perluasan operasi serangan darat,” ujarnya. 

Target Israel melalui serangan darat ini menurut Benjamin adalah untuk menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah yang kerap digunakan kelompok militan Hamas untuk menyusup ke Israel. Netanyahu beralasan, terowongan itu tidak bisa dihancurkan hanya dengan serangan udara. 

Konflik di Gaza, akhirnya membuat Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon turun tangan. Kepala bidang politik PBB, Jeffrey Feltman, pada Jumat kemarin mengatakan Ban, akan berkunjung ke Timur Tengah pada hari ini. 

Dalam pertemuan darurat DK PBB yang digelar Jumat kemarin, Feltman mengecam roket yang ditembakkan Hamas ke Israel, namun juga memperingatkan tanggung jawab Israel yang berat akibat menyasar warga sipil.

~ oleh TOMMY UTAMA SH pada 19/07/2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: